๐Ÿš—
๐Ÿš—
Otomotif9 min baca

7 Tips Hemat BBM di Tengah Kenaikan Harga Pertamax

Harga Pertamax naik jadi Rp17.850 per liter? Tenang, ikuti 7 tips hemat BBM ini agar pengeluaran bahan bakar tetap terkendali.

Tim BerbagiTips.IDยท

Per 1 April 2026, harga Pertamax resmi naik menjadi Rp17.850 per liter. Kenaikan ini tentu membuat banyak pemilik kendaraan pribadi harus memutar otak agar pengeluaran bulanan untuk bahan bakar tidak membengkak. Apalagi bagi Sobat Berbagi yang setiap hari mengandalkan mobil atau motor untuk berangkat kerja, mengantar anak sekolah, dan berbagai keperluan lainnya.

7 Tips Hemat BBM di Tengah Kenaikan Harga Pertamax

Kabar baiknya, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menekan konsumsi BBM tanpa harus mengurangi mobilitas. Sebagian besar tips ini berkaitan dengan kebiasaan berkendara dan perawatan kendaraan yang sering kali diabaikan. Dengan perubahan kecil pada gaya mengemudi, Sobat Berbagi bisa menghemat hingga 15 sampai 20 persen konsumsi bahan bakar setiap bulannya.

Berikut 7 tips hemat BBM yang bisa langsung dipraktikkan mulai hari ini.

1. Terapkan Gaya Mengemudi yang Halus dan Konsisten

Gaya mengemudi adalah faktor paling besar yang memengaruhi konsumsi BBM. Kebiasaan menginjak gas terlalu dalam saat memulai jalan, lalu mengerem mendadak saat mendekati lampu merah, membuat mesin bekerja jauh lebih keras dan membakar lebih banyak bahan bakar.

Pengemudi memegang setir mobil dengan tenang di jalan raya

Prinsipnya sederhana: semakin halus kamu mengoperasikan pedal gas dan rem, semakin irit konsumsi BBM. Berikut beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan:

  • Akselerasi perlahan. Saat lampu hijau menyala, jangan langsung "tancap gas." Naikkan kecepatan secara bertahap agar mesin tidak perlu bekerja terlalu keras di putaran tinggi.
  • Jaga jarak aman. Dengan menjaga jarak yang cukup dari kendaraan di depan, kamu punya lebih banyak waktu untuk mengurangi kecepatan secara perlahan, bukan mengerem mendadak.
  • Manfaatkan engine brake. Saat mendekati lampu merah atau tikungan, lepaskan gas lebih awal dan biarkan kendaraan melambat secara alami sebelum menginjak rem.
  • Gunakan cruise control jika tersedia, terutama saat berkendara di jalan tol. Kecepatan yang konstan jauh lebih hemat dibandingkan kecepatan yang naik turun.
Penelitian dari berbagai lembaga otomotif menunjukkan bahwa gaya mengemudi agresif bisa meningkatkan konsumsi BBM hingga 33 persen di jalan tol dan 5 persen di jalan kota. Artinya, mengubah kebiasaan ini saja sudah bisa memberikan penghematan yang signifikan.

2. Periksa Tekanan Ban Secara Rutin

Tekanan ban adalah salah satu faktor yang paling sering diabaikan padahal pengaruhnya terhadap konsumsi BBM cukup besar. Ban yang kempes atau kurang angin menciptakan hambatan gulir (rolling resistance) yang lebih tinggi, sehingga mesin harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan kendaraan.

Pria sedang mengecek tekanan angin ban mobil dengan alat pengukur

Menurut data dari berbagai sumber otomotif, tekanan ban yang kurang 10 psi dari rekomendasi bisa meningkatkan konsumsi BBM sekitar 3 hingga 5 persen. Kedengarannya kecil, tapi kalau dihitung selama setahun, angkanya bisa sangat signifikan.

Sobat Berbagi bisa melakukan pengecekan tekanan ban minimal dua minggu sekali atau setiap kali mengisi bensin. Caranya mudah, cukup gunakan alat pengukur tekanan ban yang tersedia di hampir semua SPBU. Acuan tekanan ban yang benar biasanya tertera di stiker yang ada di sisi pintu pengemudi atau di buku manual kendaraan.

Jangan lupa juga untuk memeriksa ban serep. Tidak ada gunanya membawa ban serep kalau ternyata kempes saat dibutuhkan.

3. Kurangi Beban Berlebihan di Kendaraan

Semakin berat kendaraan, semakin besar tenaga yang dibutuhkan mesin untuk menggerakkannya, dan otomatis semakin boros BBM. Banyak pemilik mobil yang tanpa sadar membawa barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan di bagasi.

Bagasi mobil yang rapi dengan barang bawaan secukupnya

Coba periksa bagasi mobil kamu sekarang. Apakah ada galon air kosong, peralatan olahraga yang jarang dipakai, kardus belanjaan yang belum diturunkan, atau barang-barang lain yang seharusnya sudah dikeluarkan? Setiap 50 kilogram beban ekstra bisa menambah konsumsi BBM sekitar 1 hingga 2 persen.

Selain barang di bagasi, perhatikan juga aksesori eksterior. Roof rack atau roof box yang dipasang secara permanen meskipun jarang dipakai bisa meningkatkan hambatan aerodinamis secara signifikan. Pada kecepatan tinggi di jalan tol, hambatan aerodinamis dari roof rack saja bisa meningkatkan konsumsi BBM hingga 5 persen. Lepas saja jika sedang tidak digunakan.

Untuk kendaraan roda dua, hindari kebiasaan membawa tas atau barang bawaan yang terlalu banyak di jok belakang atau bagasi motor. Selain boros BBM, beban berlebih juga memengaruhi keseimbangan dan keselamatan berkendara.

4. Matikan AC Saat Tidak Diperlukan

AC adalah salah satu komponen yang paling banyak mengonsumsi tenaga mesin di luar sistem penggerak utama. Penggunaan AC bisa menambah konsumsi BBM sekitar 10 hingga 20 persen, terutama saat kecepatan rendah atau dalam kemacetan.

Tentu saja, tidak realistis untuk mematikan AC di tengah terik matahari. Tapi ada beberapa strategi yang bisa dipakai untuk mengoptimalkan penggunaan AC:

  • Gunakan mode recirculate setelah kabin sudah dingin. Mode ini membuat AC bekerja lebih ringan karena hanya mendinginkan udara yang sudah ada di dalam kabin.
  • Atur suhu di 22 hingga 24 derajat Celcius, bukan di suhu paling rendah. Perbedaan suhu yang terlalu besar antara luar dan dalam membuat kompresor AC bekerja lebih keras.
  • Buka jendela saat kecepatan rendah. Di bawah 60 km per jam, membuka jendela lebih efisien dibandingkan menyalakan AC. Di atas kecepatan itu, hambatan aerodinamis dari jendela terbuka justru membuat konsumsi BBM lebih boros dari AC.
  • Parkirkan mobil di tempat teduh agar kabin tidak terlalu panas. Semakin panas kabin saat kamu masuk, semakin keras AC harus bekerja untuk mendinginkannya.
Sobat Berbagi juga bisa menggunakan pelindung kaca depan (sunshade) saat parkir di luar ruangan. Alat sederhana ini bisa menurunkan suhu kabin secara signifikan dan meringankan beban kerja AC saat pertama kali dinyalakan.

5. Lakukan Perawatan Kendaraan Secara Berkala

Kendaraan yang terawat dengan baik akan memiliki efisiensi bahan bakar yang optimal. Sebaliknya, kendaraan yang jarang diservis cenderung lebih boros karena komponen-komponen pentingnya sudah tidak bekerja secara maksimal.

Mekanik bengkel sedang melakukan servis rutin pada mesin mobil

Beberapa komponen yang perlu diperhatikan untuk menjaga efisiensi BBM:

  • Oli mesin. Ganti oli sesuai jadwal yang direkomendasikan. Oli yang sudah terlalu lama dipakai menjadi kental dan menambah gesekan di dalam mesin, sehingga mesin membutuhkan lebih banyak tenaga (dan BBM) untuk beroperasi.
  • Filter udara. Filter udara yang kotor menghalangi aliran udara ke mesin, membuat campuran bahan bakar tidak optimal. Penggantian filter udara yang kotor bisa meningkatkan efisiensi BBM hingga 10 persen.
  • Busi. Busi yang aus atau kotor tidak bisa menyalakan campuran bahan bakar secara sempurna, menyebabkan pembakaran tidak efisien. Ganti busi sesuai interval yang disarankan pabrikan.
  • Sensor oksigen dan injektor. Komponen ini mengatur campuran udara dan bahan bakar. Jika bermasalah, mesin bisa memasukkan terlalu banyak bahan bakar (running rich).
Bagi Sobat Berbagi yang menggunakan mobil, servis berkala setiap 10.000 km atau 6 bulan (mana yang lebih dulu) adalah investasi yang sangat layak. Biaya servis jauh lebih murah dibandingkan BBM yang terbuang sia-sia karena kendaraan tidak terawat. Pastikan juga kamu memilih jenis oli sesuai spesifikasi pabrikan, bukan sekadar yang paling murah.

6. Rencanakan Rute Perjalanan dengan Cerdas

Di era digital seperti sekarang, tidak ada alasan untuk tidak merencanakan rute sebelum berangkat. Aplikasi navigasi seperti Google Maps atau Waze memberikan informasi real-time tentang kondisi lalu lintas, sehingga kamu bisa memilih rute yang paling efisien.

Layar smartphone menampilkan aplikasi navigasi dengan rute perjalanan

Beberapa strategi perencanaan rute yang bisa menghemat BBM:

  • Hindari jam macet. Jika memungkinkan, atur jadwal perjalanan di luar jam sibuk. Kemacetan adalah musuh terbesar efisiensi BBM karena mesin terus menyala tapi kendaraan hampir tidak bergerak.
  • Gabungkan beberapa tujuan. Daripada bolak-balik dari rumah ke beberapa tempat berbeda, rencanakan rute melingkar yang mengunjungi semua tujuan dalam satu perjalanan.
  • Pilih jalan yang lebih lancar meskipun sedikit lebih jauh. Jarak yang lebih panjang di jalan lancar sering kali lebih hemat BBM dibandingkan jalan pintas yang penuh kemacetan dan lampu merah.
  • Manfaatkan transportasi umum atau ride-sharing untuk perjalanan tertentu. Tidak semua perjalanan harus menggunakan kendaraan pribadi.
Sobat Berbagi yang bekerja di kantor juga bisa mempertimbangkan opsi carpooling dengan rekan kerja yang tinggal di area yang sama. Selain menghemat BBM, carpooling juga mengurangi jumlah kendaraan di jalan dan menurunkan tingkat stres karena tidak perlu menyetir setiap hari.

7. Perhatikan Kualitas dan Jenis BBM yang Digunakan

Dengan kenaikan harga Pertamax, mungkin ada godaan untuk beralih ke jenis BBM dengan oktan lebih rendah demi menghemat pengeluaran. Namun, keputusan ini perlu dipikirkan matang karena bisa berdampak pada efisiensi dan kesehatan mesin.

Nozzle pompa bensin di stasiun pengisian bahan bakar

Setiap kendaraan memiliki rekomendasi minimum oktan BBM dari pabrikan. Informasi ini biasanya tertera di tutup tangki bahan bakar atau di buku manual. Menggunakan BBM dengan oktan di bawah rekomendasi bisa menyebabkan knocking (ketukan di mesin) dan menurunkan performa, yang justru membuat kendaraan lebih boros.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Ikuti rekomendasi pabrikan. Jika mobil kamu direkomendasikan menggunakan RON 92 (Pertamax), menggunakan RON 90 (Pertalite) secara terus-menerus bisa merusak mesin dalam jangka panjang.
  • Jangan percaya mitos campuran BBM. Mencampur Pertamax dengan Pertalite tidak memberikan manfaat khusus dan justru bisa membingungkan ECU (Engine Control Unit) kendaraan.
  • Isi tangki di pagi hari. BBM sedikit lebih padat di suhu yang lebih rendah, sehingga secara teori kamu mendapatkan sedikit lebih banyak energi per liter. Perbedaannya memang sangat kecil, tapi dalam jangka panjang bisa berarti.
  • Jangan biarkan tangki hampir kosong. Kebiasaan mengisi sedikit demi sedikit membuat kamu lebih sering ke SPBU dan menghabiskan BBM tambahan untuk perjalanan itu sendiri. Lebih baik isi penuh sekaligus.
Untuk kendaraan keluaran terbaru yang sudah menggunakan teknologi injeksi dan turbo, penggunaan BBM sesuai rekomendasi sangat penting. Penghematan dari menggunakan BBM oktan rendah akan habis, bahkan merugi, jika mesin mengalami kerusakan.

Kesimpulan

Kenaikan harga Pertamax memang tidak bisa dihindari, tapi dampaknya terhadap dompet bisa diminimalkan dengan kebiasaan berkendara yang lebih cerdas. Dari ketujuh tips di atas, mengubah gaya mengemudi menjadi lebih halus dan melakukan perawatan berkala adalah dua langkah yang memberikan penghematan paling besar.

Tidak perlu menerapkan semuanya sekaligus. Sobat Berbagi bisa mulai dari satu atau dua kebiasaan yang paling mudah, lalu tambahkan secara bertahap. Dalam satu bulan, kamu akan melihat perbedaan yang cukup signifikan pada pengeluaran BBM bulanan.

Yang terpenting, jangan mengorbankan keselamatan demi menghemat bahan bakar. Pastikan kendaraan selalu dalam kondisi prima dan patuhi aturan lalu lintas. Hemat BBM itu penting, tapi keselamatan tetap nomor satu.

Bagikan:

Artikel Terkait