๐Ÿš—
๐Ÿš—
Otomotif6 min baca

7 Fitur Keselamatan Mobil Modern yang Wajib Ada di 2026

Kenali 7 fitur keselamatan mobil modern yang wajib ada di kendaraan tahun 2026, mulai dari AEB, LKA, hingga sistem airbag terkini.

Tim BerbagiTips.IDยท

Keselamatan berkendara bukan lagi soal mengandalkan kemampuan pengemudi semata. Di tahun 2026, teknologi keselamatan aktif dan pasif pada mobil sudah berkembang pesat. Banyak fitur yang dulunya hanya tersedia di mobil mewah kini sudah mulai hadir di segmen mobil keluarga hingga LCGC (Low Cost Green Car).

7 Fitur Keselamatan Mobil Modern yang Wajib Ada di 2026

Bagi Sobat Berbagi yang sedang mempertimbangkan membeli mobil baru atau ingin tahu seberapa lengkap fitur keselamatan kendaraan saat ini, berikut 7 fitur yang sebaiknya menjadi prioritas utama.

1. AEB (Autonomous Emergency Braking)

AEB atau pengereman darurat otomatis adalah salah satu fitur keselamatan paling penting di mobil modern. Sistem ini menggunakan kombinasi sensor radar, kamera, dan lidar untuk mendeteksi objek di depan kendaraan. Ketika sistem menilai ada potensi tabrakan dan pengemudi tidak segera bereaksi, mobil akan mengerem secara otomatis.

Bagian depan mobil modern dengan lampu LED dan grille tempat sensor radar AEB terintegrasi

Cara kerjanya cukup sederhana. Sensor terus memantau jarak dan kecepatan relatif terhadap kendaraan atau objek di depan. Jika jarak semakin dekat dalam waktu singkat tanpa ada input rem dari pengemudi, sistem akan memberikan peringatan visual dan audio terlebih dahulu. Bila tidak ada respons, rem akan diaktifkan secara otomatis.

Fitur ini sudah tersedia di berbagai mobil yang dijual di Indonesia, mulai dari Toyota Yaris Cross, Honda HR-V, hingga Hyundai Stargazer X. Menurut data Euro NCAP, AEB mampu mengurangi risiko tabrakan belakang hingga 38 persen.

2. LKA (Lane Keeping Assist)

Lane Keeping Assist membantu pengemudi tetap berada di jalurnya saat berkendara di jalan tol atau jalan lurus yang panjang. Sistem ini menggunakan kamera untuk membaca marka jalan dan memberikan koreksi kemudi ringan jika mobil mulai keluar dari jalur tanpa menyalakan lampu sein.

Kendaraan melaju di jalan tol dengan marka jalur yang jelas, kondisi ideal untuk fitur Lane Keeping Assist

Manfaat utama LKA adalah mencegah kecelakaan akibat pengemudi yang mengantuk atau kurang fokus. Fitur ini sangat berguna saat perjalanan jauh seperti mudik Lebaran, di mana kelelahan sering menjadi faktor utama kecelakaan.

Mobil yang sudah dilengkapi LKA di pasar Indonesia antara lain Toyota Innova Zenix, Honda Civic, Hyundai Ioniq 5, dan Wuling Starlight. Beberapa varian bahkan sudah menggabungkan LKA dengan Lane Centering yang secara aktif menjaga mobil tetap di tengah jalur.

3. BSM (Blind Spot Monitor)

Blind Spot Monitor atau pemantau titik buta adalah fitur yang mendeteksi kendaraan lain yang berada di area blind spot, yaitu area yang tidak terlihat dari kaca spion. Ketika ada kendaraan di titik buta, indikator peringatan akan menyala di kaca spion atau pilar A mobil.

Spion samping mobil memperlihatkan refleksi kendaraan lain di area blind spot yang dipantau oleh sistem BSM

Sistem ini menggunakan sensor radar yang dipasang di bumper belakang kiri dan kanan. BSM sangat membantu saat berpindah jalur di jalan tol yang padat atau saat bermanuver di jalan perkotaan yang ramai. Tanpa BSM, pengemudi harus menoleh ke belakang secara manual, yang justru bisa mengalihkan perhatian dari jalan di depan.

Mobil dengan BSM di Indonesia sudah cukup beragam, termasuk Mitsubishi Xpander Cross, Mazda CX-5, dan Kia Seltos.

4. ACC (Adaptive Cruise Control)

Adaptive Cruise Control adalah versi canggih dari cruise control konvensional. Selain menjaga kecepatan tetap, ACC juga otomatis menyesuaikan kecepatan mobil berdasarkan jarak dengan kendaraan di depan. Jika mobil di depan melambat, ACC akan mengurangi kecepatan secara otomatis. Begitu jalan kembali kosong, mobil akan kembali ke kecepatan yang sudah diatur.

Setir dan dashboard mobil modern Volkswagen dilengkapi tombol cruise control untuk mengatur kecepatan otomatis

Fitur ini sangat membantu mengurangi kelelahan saat berkendara jarak jauh, terutama di jalan tol. Beberapa sistem ACC yang lebih canggih bahkan bisa berhenti total dan kembali melaju mengikuti arus lalu lintas (Stop and Go), cocok untuk kondisi macet di kota besar.

Toyota Kijang Innova Zenix, Honda CR-V, dan Hyundai Stargazer X termasuk mobil yang sudah menawarkan ACC di segmen keluarga.

5. Kamera 360 Derajat

Kamera 360 derajat atau surround view monitor menggunakan empat kamera yang dipasang di depan, belakang, dan kedua sisi mobil. Gambar dari keempat kamera ini digabungkan oleh komputer menjadi tampilan bird's eye view yang ditampilkan di layar head unit.

Layar touchscreen head unit mobil yang digunakan untuk menampilkan pandangan kamera 360 saat parkir

Manfaat utama kamera 360 adalah memudahkan parkir di tempat sempit dan menghindari objek kecil di sekitar mobil yang tidak terlihat dari posisi pengemudi. Fitur ini juga berguna saat melewati gang sempit atau area perumahan yang padat.

Di Indonesia, kamera 360 sudah hadir di banyak model seperti Daihatsu Xenia, Toyota Avanza, Wuling Air EV, hingga mobil listrik premium seperti BMW iX dan Mercedes EQS.

6. TPMS (Tire Pressure Monitoring System)

TPMS atau sistem pemantauan tekanan ban adalah fitur yang sering diabaikan namun sangat krusial untuk keselamatan. Sistem ini memantau tekanan udara di setiap ban secara real-time dan memberikan peringatan jika tekanan ban turun di bawah batas aman.

Ban dan velg kendaraan tampak dekat, tekanan ban yang tepat sangat penting untuk keselamatan berkendara

Ban kempes atau tekanan ban yang tidak merata adalah salah satu penyebab utama ban pecah saat berkendara di kecepatan tinggi. Dengan TPMS, Sobat Berbagi bisa mengetahui kondisi ban sebelum masalah terjadi. Ada dua jenis TPMS, yaitu tipe langsung (sensor di dalam ban) dan tipe tidak langsung (menggunakan sensor ABS).

Banyak mobil baru di Indonesia sudah dilengkapi TPMS sebagai fitur standar, termasuk di segmen LCGC terbaru. Fitur ini menjadi semakin penting mengingat kondisi jalan di Indonesia yang bervariasi dan sering berpotensi merusak ban.

7. Sistem Airbag 6 atau Lebih

Airbag adalah fitur keselamatan pasif yang sudah dikenal luas. Namun, jumlah dan penempatan airbag terus berkembang. Di tahun 2026, standar minimum yang direkomendasikan adalah 6 airbag, mencakup airbag pengemudi, penumpang depan, samping depan (kiri dan kanan), serta airbag tirai (kiri dan kanan).

Interior mobil dengan setir yang dilengkapi penutup airbag sebagai fitur keselamatan pasif wajib

Airbag samping melindungi area dada dan pinggul saat terjadi benturan dari samping, sementara airbag tirai melindungi kepala penumpang baris pertama dan kedua. Beberapa mobil premium bahkan sudah menawarkan 7 hingga 9 airbag, termasuk airbag lutut pengemudi dan airbag tengah yang mencegah benturan antar penumpang.

Kabar baiknya, pemerintah Indonesia melalui regulasi terbaru sudah mendorong produsen mobil untuk menyediakan minimal 6 airbag di semua model baru. Toyota, Honda, Hyundai, dan Suzuki sudah mulai menerapkan standar ini di banyak produk mereka.

Kesimpulan

Fitur keselamatan mobil bukan sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan utama. Saat memilih mobil baru, Sobat Berbagi sebaiknya tidak hanya fokus pada desain atau harga, tetapi juga memeriksa kelengkapan fitur keselamatan. Kombinasi fitur aktif seperti AEB, LKA, dan BSM dengan fitur pasif seperti airbag memberikan perlindungan menyeluruh bagi pengemudi dan seluruh penumpang.

Jika Sobat Berbagi juga sedang mempertimbangkan kendaraan listrik, pastikan untuk membaca perbandingan biaya mobil listrik vs bensin agar keputusan pembelian semakin matang dari segala aspek.

Bagikan:

Artikel Terkait