๐Ÿš—
๐Ÿš—
Otomotif4 min baca

7 Tips Agar Tidak Mabuk Perjalanan Saat Naik Mobil atau Bus

Tips agar tidak mabuk perjalanan ini membantu Sobat Berbagi mengurangi mual, pusing, dan rasa tidak nyaman saat menempuh perjalanan jauh.

Tim BerbagiTips.IDยท

Mabuk perjalanan bisa membuat perjalanan jauh terasa jauh lebih melelahkan daripada seharusnya. Gejalanya juga tidak main-main, mulai dari mual, pusing, keringat dingin, sampai muntah. Akibatnya, suasana liburan, mudik, atau perjalanan kerja jadi kurang nyaman.

7 Tips Agar Tidak Mabuk Perjalanan Saat Naik Mobil atau Bus

Kondisi ini biasanya muncul karena otak menerima sinyal gerak yang tidak seimbang dari mata, telinga bagian dalam, dan tubuh. Kabar baiknya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa membantu meredakannya. Berikut 7 tips agar tidak mabuk perjalanan yang bisa Sobat Berbagi coba.

1. Jangan Berangkat dengan Perut Kosong atau Terlalu Kenyang

Perut kosong bisa membuat tubuh lebih mudah mual, tetapi makan terlalu banyak sebelum berangkat juga bisa memperparah rasa begah di perjalanan. Dua kondisi ini sama-sama tidak ideal, terutama jika rute yang ditempuh panjang, berkelok, atau macet.

Kondisi jalan yang padat membuat perjalanan terasa lebih berat bagi orang yang mudah mabuk kendaraan

Sebaiknya makan dalam porsi ringan 30 sampai 60 menit sebelum berangkat. Pilih makanan yang mudah dicerna seperti roti, pisang, biskuit, atau nasi dengan lauk sederhana. Hindari makanan berminyak, terlalu pedas, atau minuman bersoda karena bisa membuat lambung makin sensitif selama perjalanan.

2. Pilih Posisi Duduk yang Lebih Stabil

Posisi duduk sangat berpengaruh terhadap kenyamanan. Semakin besar efek guncangan yang dirasakan tubuh, semakin mudah gejala mabuk muncul. Karena itu, jangan anggap remeh pemilihan kursi jika Sobat Berbagi memang termasuk sensitif saat naik kendaraan.

Kalau naik mobil, kursi depan sering menjadi pilihan paling nyaman karena pandangan ke jalan lebih jelas. Jika naik bus, usahakan duduk di bagian tengah yang biasanya lebih stabil dibanding belakang. Semakin sedikit goyangan yang diterima tubuh, semakin kecil peluang rasa mual muncul.

3. Arahkan Pandangan ke Depan, Jangan Terlalu Lama Menunduk

Mata dan telinga bagian dalam harus menerima sinyal gerak yang selaras. Saat tubuh bergerak, tetapi mata justru fokus ke layar HP, buku, atau benda diam di dalam kabin, otak bisa bingung. Ketidaksesuaian inilah yang sering memicu mabuk perjalanan.

Persiapan perjalanan yang baik membantu penumpang lebih nyaman selama berada di kendaraan

Biasakan memandang ke depan atau ke arah horizon sesekali agar otak mendapat referensi gerak yang jelas. Jika ingin mengecek ponsel, lakukan singkat saja. Terlalu lama menatap layar saat kendaraan terus bergerak biasanya membuat mual datang lebih cepat.

4. Pastikan Sirkulasi Udara di Kabin Tetap Nyaman

Kabin yang pengap, bau menyengat, atau terlalu panas bisa memperburuk rasa tidak nyaman. Banyak orang merasa gejala mabuk makin berat ketika berada di kendaraan yang ventilasinya buruk atau penuh aroma campuran seperti parfum tajam, asap, dan makanan.

Usahakan ada aliran udara segar masuk ke dalam kabin. Sobat Berbagi bisa menyalakan AC secukupnya, membuka jendela sesaat jika memungkinkan, atau menghindari penggunaan wewangian yang terlalu kuat. Udara yang lebih segar membantu tubuh terasa lebih stabil selama perjalanan.

5. Hindari Main HP atau Membaca Terlalu Lama

Ini salah satu penyebab paling sering, terutama pada perjalanan jarak jauh. Scroll media sosial, membalas chat, membaca komik, atau menonton video di kendaraan memang terasa menghibur, tetapi untuk orang yang rentan mabuk, kebiasaan ini sering jadi pemicu utama.

Jika ingin mengisi waktu, lebih aman mendengarkan musik, podcast, atau ngobrol santai. Pilihan ini tidak memaksa mata fokus pada objek diam dalam jarak dekat. Dengan begitu, Sobat Berbagi tetap bisa menikmati perjalanan tanpa membuat otak bekerja terlalu keras menyeimbangkan sinyal gerak.

6. Siapkan Kantong Darurat dan Kebutuhan Ringan

Persiapan kecil bisa membuat situasi jauh lebih tenang. Membawa kantong muntah, tisu kering, air mineral, permen mint, atau minyak angin mungkin terlihat sepele, tetapi justru sangat membantu saat gejala mulai muncul di tengah jalan.

Menyiapkan kantong darurat di kursi penumpang membuat perjalanan jauh terasa lebih tenang dan aman

Ketika perlengkapan darurat sudah siap, Sobat Berbagi tidak panik dan bisa lebih cepat menangani rasa tidak nyaman. Kadang, rasa cemas karena takut muntah justru memperparah gejalanya. Persiapan yang baik membantu tubuh dan pikiran lebih rileks selama perjalanan.

7. Istirahat Berkala dan Gunakan Obat Bila Perlu

Untuk perjalanan panjang, jangan ragu berhenti sejenak. Turun dari kendaraan, meregangkan tubuh, berjalan pendek, dan menghirup udara segar bisa membantu mereset rasa tidak nyaman. Istirahat singkat seperti ini sering kali jauh lebih efektif daripada memaksa duduk diam berjam-jam.

Jika Sobat Berbagi memang sangat mudah mabuk, obat antimabuk bisa dipertimbangkan sesuai petunjuk penggunaan. Namun, tetap perhatikan efek samping seperti kantuk. Bila gejalanya sangat berat atau sering terjadi bahkan pada perjalanan singkat, sebaiknya konsultasi ke tenaga kesehatan agar penyebabnya dievaluasi lebih lanjut.

---

Mabuk perjalanan memang mengganggu, tetapi biasanya bisa dikurangi dengan kebiasaan yang tepat. Mulai dari memilih posisi duduk, menjaga pola makan sebelum berangkat, sampai membatasi penggunaan HP di perjalanan, semuanya punya pengaruh besar. Dengan persiapan yang lebih baik, Sobat Berbagi bisa menikmati perjalanan jauh dengan tubuh yang lebih nyaman.

Bagikan:

Artikel Terkait